WELCOME MY VISITORS :)

if you have positive thinking you will produce positive result 'cause things do not change only you change things, so be wiser and focus on solution.. =)

Jumat, 16 April 2010

PENELITIAN KERJA (MENYIAPKAN LAPTOP DAN LCD PADA SAAT KULIAH)

PENDAHULUAN

Manusia adalah mahluk pekerja, dengan bekerja mereka akan menghasilkan suatu hasil kerja yang nantinya akan dipakai untuk membiayai segala kebutuhan hidupnya, yaitu memperoleh bahan makanan, sandang dan perumahan. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya itu manusia bisa saja memakai peralatan kerja dan berada dalam lingkungan kerja tertentu. Peralatan kerja harus sesuai dengan manusia pemakai, lingkungan kerjanya harus mendukung fungsi tubuh yang sedang bekerja. Hal itulah yang dituju dalam pelaksanaan ergonomic di tempat kerja (Fitrihana, 2008).

Dengan ilmu kerja akan dijamin manusia bekerja sesuai dengan kemampuan, kebolehan dan keterbatasannya. Hasil akhirnya ialah manusia mampu berproduksi optimal, selama umur produktif nya tanpa harus mengorbankan keselamatan dan kesehatannya. Ergonomi (ilmu kerja) sebagai suatu cabang ilmu akan sangat bermanfaat bagi manusia bekerja, dimana saja dan kapan saja. Ergonomi dipergunakan oleh setiap manusia bekerja. Ergonomi sebagai suatu pendekatan yang memungkinkan manusia bekerja secara optimal dan efisien. Apakah ia bekerja di pagi sampai siang, sore dan malam hari. Bekerja di permukaan bumi, bawah laut, di bawah tanah atau di udara sekalipun. Jenis tugasnya dapat dilaksanakan secara invidual, atau berkelompok, pekerjaan ringan, sedang, dan berat; di situlah ergonomi akan berperan (Effendy, 2010).

Ada delapan bidang yang menjadi garapan ergonomi, yaitu:

  • Masalah kekuatan/kontraksi otot

Manusia bekerja tidak lain terdiri dari proses memanjang dan memendeknya otot-otot tubuh. Proses itu menjadi salah satu kajian ergonomi. Semakin pendek otot itu dikerutkan akan semakin besar daya kerjanya. Dengan demikian tujuannya adalah agar pemanfaatan tenaga otot dapat diwujudkan secara maksimal dan efisien.

  • Kebutuhan energi

Setiap otot memanjang atau memendek akan membutuhkan energi; energi berasal dari simpanan energi dalam tubuh. Simpanan energi tersebut berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Manusia bekerja dengan tugas berat akan membutuhkan energi lebih besar dibandingkan dengan bekerja dengan tugas ringan. Laki-laki untuk pekerjaan yang sama memerlukan energi lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Untuk itu pemberian makanan harus sesuai dengan besarnya pengeluaran kalori saat bekerja. Tanpa memperhatikan keseimbangan kalori itu maka akan terjadi masalah kelebihan berat atau kekurangan berat.

  • Kondisi lingkungan

Aspek lingkungan kerja sangat menentukan prestasi kerja manusia. Lingkungan yang tidak kondusif untuk bekerja akan memberikan beban tambahan bagi tubuh; pada hal tubuh sedang melaksanakan beban utama yaitu tugas yang sedang dilaksanakan. Demikian juga lingkungan dingin, kelembaban relatif, penipisan kadar oksigen, adanya zat pencemar dalam udara semuanya akan mempengaruhi penampilan kerja manusia. Itulah yang menjadi fokus kajian ergonomi. Penerangan tempat kerja, adanya kebisingan, lingkungan kimia, biologi dan lingkungan sosial di tempat kerja berpengaruh terhadap prestasi dan produktivitas kerja.

  • Kondisi informasi

Kompleknya dunia kerja mengharuskan manusia pekerja menguasai pekerjaannya secara efisien. Dalam hubungan itulah maka sistem informasi dunia kerja harus dapat ditampilkan dalam layar atau sudut pandang manusia pekerja. Misalnya manusia dengan memakai peralatan mesin, maka mesin yang berputar dapat diwujudkan dalam bentuk layar pandang manusianya. Maka dikenallah sistem display. Contohnya tanda mesin hidup bisa dengan tanda tombol yang ditekan atau tombol yang diangkat ke atas. Sebaliknya untuk mematikan mesin. Menekan kembali tombol atau membuat arah terbalik dari proses menghidupkan tadi. Hal ini diperlukan terutama bila jenis pekejaan yang dilakukan melebihi kapasitas dan kemampuan manusia pekerjanya.

  • Kondisi waktu

Lama jam kerja per hari atau per minggu penting untuk dikaji untuk mencegah adanya kelelahan berlebihan. Berapa jam per minggu seorang tenaga kerja harus bekerja. Kaitan jam kerja dengan jam istirahat, untuk 8

jam kerja sehari. Demikian pula hubungan antara berat ringanya pekerjaan sangat menentukan lama jam kerja. Dalam dunia kerja dikenal kerja bergilir. Ada dengan sistem bergilir dua giliran siang dan malam dengan jam kerja 12 jam; atau tiga giliran kerja pagi, sore dan malam.

  • Kondisi sosial

Termasuk di dalamnya bagaimana pekerja diorganisir dalam melaksanakan tugas-tugasnya, interaksi sosial sesama pekerja, khususnya menghadapi teknologi baru. Di samping itu pekerjaan yang dilaksanakan bila tidak sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya akan menimbulkan stress psikologis dan problema kesehatan. Karenanya kondisi sosial ini banyak seharusnya dimanfaatkan oleh pimpinan tempat kerja untuk membina dan membangkitkan motivasi kerja, seperti sistem penghargaan bagi yang berhasil dan hukuman bagi yang salah dan lalai bekerja.

  • Sikap kerja

Sikap kerja yang bertentangan dengan sikap alami tubuh akan menimbulkan kelelahan dan cedera otototot. Dalam sikap yang tidak alamiah tersebut akan banyak terjadi gerakan otot yang tidak seharusnya terjadi sehingga gerakan itu akan boros energi. Hal itu akan menimbulkan strain dan cedera otot-otot.

  • Interaksi manusia-mesin/peralatan kerja

Tujuannya untuk menentukan keserasian antara manusia dengan mesin/peralatan kerjanya. Bagaimana manusia dapat mengontrol mesin-mesin melalui display dan control. Ketidakserasian antara kedua faktor tersebut akan menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan tubuh.

(Adiputra, 2010).

Keuntungan pelaksanaan penelitian kerja dapat dirasakan pada tingkat individu dan organisasi. Kedua-duanya akan berpengaruh pada tingkat produktivitas kerjanya. .Keuntungannya adalah menurunnya angka sakit akibat kerja, menurunnya kecelakaan kerja, biaya pengobatan dan kompensasi berkurang, stress akibat kerja berkurang, produktivitas membaik, alur kerja bertambah baik, rasa aman karena bebas dari gangguan cedera, kepuasan kerja meningkat (Soebroto, 2010).


ISI

Kehidupan berkomputer kita saat ini tentunya sudah jauh berbeda dibandingkan dengan 7 hingga 10 tahun yang lalu di mana populasi kepemilikan komputer masih belum setinggi ini. Bila kita lihat saat ini, hampir semua aspek pekerjaan baik di sektor bisnis dan perkantoran maupun industri dan manufaktur telah memanfaatkan dukungan teknologi dan perangkat komputer dengan karakteristiknya masing-masing. Nilai tambah berupa efisiensi, kemudahan, kecepatan, ketersediaan dan validitas yang mendorong kita untuk seakan semakin berlomba memanfaatkan teknologi komputer dalam berbadai aspek kehidupan termasuk juga entertainment atau hiburan dan edukasi (Sutjana, 2010).

Di sisi industri komputer atau IT sendiri, pengkajian dan pengembangan teknologi terus dilakukan untuk menghasilkan teknologi yang semakin powerfull, mudah digunakan, kaya fitur, dan ekonomis. Dengan kecepatan perubahan teknologi, menjadikan kita seolah-olah tidak akan pernah mendapatkan perangkat yang bisa disebut teknologi terbaru, karena ketika kita beli ketika itu pula telah muncul teknologi yang lebih baru lagi. Untuk waktu-waktu mendatang, keakraban kita dengan perangkat komputer dipastikan semakin meningkat dan akan menjadi rekan kerja yang tak terpisahkan. Frekuensi dan durasi/ waktu interaksi kita dengan komputer-pun akan semakin bertambah. Frekuensi dan durasi interaksi tentunya ditentukan juga dengan jenis pemakaiannya, pekerjaan atau profesi dari pemakai komputer tersebut. Seorang yang bekerja sebagai typist atau sekretaris misalnya, akan memiliki frekuensi dan durasi pemakaian komputer lebih lama daripada seorang staf penjualan yang hanya memanfaatkan komputer berkala untuk membuat laporan saja. Lebih ekstrim seorang yang memang dalam bekerjanya harus menggunakan komputer seperti para programmer/ software developer, animator, graphics designer, tentunya frekuensi dan intensitas mereka di depan komputer jauh lebih tinggi (Soebroto, 2010).

Semakin meningkatnya interaksi kita dengan perangkat komputer di satu sisi menggembirakan karena tentunya ada nilai-nilai efisiensi dan efektivitas yang akan kita peroleh, tetapi di sisi lain ada aspek yang membahayakan yang juga akan meningkat dan perlu segera kita antisipasi yaitu : kesehatan kerja. Walaupun kesehatan kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, tetapi bagi orang yang memiliki intensitas pemakaian komputer tinggi, komputer menjadi faktor penyebab gangguan kesehatan yang paling tinggi. Apabila anda termasuk seorang yang memiliki intensitas pemakaian komputer tinggi baik dalam pekerjaan maupun di luar pekerjaan maka sisi kesehatan ini penting untuk anda perhatikan secara serius mulai saat ini. Dan pemakaian komputer tidak harus ketika anda bekerja di kantor, tetapi ketika anda bermain game, browsing internet, memutar film, dll termasuk di dalamnya, sama-sama berpotensi mendapatkan gangguan kesehatan (Mashud, 2008).

Secara garis besar gangguan kesehatan akibat pemakaian komputer yang salah dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

  • Gangguan pada bagian mata dan kepala

Gangguan pada bagian mata dan kepala kita sering disebut dengan computer vision syndrome, mulai dari nyeri atau sakit kepala, mata kering dan iritasi, mata lelah, hingga gangguan yanglebih serius dan lebih permanen seperti kemampuan fokus mata menjadi lemah, penglihatan kabur (astigmatisma, myopi, presbyopi), pandangan ganda, hingga disorientasi warna.

  • Gangguan pada lengan dan tangan

Gangguan pada bagian lengan dan telapak tangan mulai dari nyeri pada pergelangan tangan karena gangguan pada otot tendon di bagian pergelangan, nyeri siku, hingga cidera yang lebih serius seperti Carpal Tunnel Syndrome yaitu terjepitnya syaraf di bagian pergelangan yang menyebabkan nyeri di sekujur tangan. Cidera ini harus segera diatasi sebelum terlambat, karena pada stadium lanjut tindakan operasi terpaksa harus dilakukan.

  • Gangguan pada leher, pundak dan punggung

Kelompok gangguan lainnya berupa nyeri pada bagian leher, pundak, punggung dan pinggang. Nyeri di bagian ini sering pula mengakibatkan gangguan nyeri di bagian paha dan betis.

(Mashud, 2008).

Langkah-langkah berkomputer atau bekerja dengan menggunakan laptop yang baik adalah:

  • Variasikan dalam bekerja dan istirahat atau break secara periodik. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan kelelahan dan ketidaknyamanan. Ikuti aturan 20/20/20, yaitu: setiap 20 menit bekerja, break selama 20 detik, dengan alihkan pandangan ke jarak ± 6m

  • Mengambil napas merupakan fungsi yang otomatis, tetapi ketika kita berkonsentrasi di depan layar monitor cenderung sering menahan napas, terlebih apabila pekerjaan kita diburu waktu.

  • Jangan lupa kedipkan mata anda saat memandang layar komputer. Ketika memandang layar monitor, kita cenderung akan lebih jarang berkedip daripada ketika kita bekerja dalam jarak dekat lainnya. Bisa dipertimbangkan juga untuk memasang reminder atau pengingat di layar.

  • Jangan lupa untuk memeriksakan mata anda secara rutin, ukurlah jarak pandang anda dan lakukan konsultasi ke dokter mata anda

(Mashud, 2008).

Dalam bekerja maka tujuan utama yang ingin dicapai adalah prestasi kerja. Prestasi kerja dapat berasal dari 3 faktor yaitu faktor intern yaitu faktor-faktor yang ada di dalam pekerja terbagi atas rangka tubuh manusia, sendi atau otot, sistem saraf, jantung, peredaran darah, dan panca indera, sedangkan faktor ekstern adalah faktor-faktor yang berada di luar pekerja meliputi lingkungan, persyaratan kerja, keadaan kehidupan umum, pengaruh berkala, peralatan kerja, dan musim, sementara faktor teknologi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas alat produksi atau mesin. Penelitian kerja merupakan analisis mengenai tata kerja, benda, alat, dan perabotan yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan. Tujuan dari penelitian kerja adalah:

  • Menemukan cara yang paling hemat untuk mengerjakan suatu pekerjaan

  • Menstandarisasikan tata kerja, benda, alat, dan perabotan

  • Menetapkan secara cermat waktu yang diperlukan seorang pekerja yang cakap dan terampil untuk mengerjakan pekerjaan dengan kegiatan normal

  • Membantu dalam pelatihan si pekerja mengenai tata kerja yang baru

(Batubara, 2010).

Terdapat 17 macam gerakan dasar dalam melakukan pekerjaan yaitu:

  1. Mencari (search) → Tangan atau mata bergerak kian kemari untuk menemukan sesuatu

  2. Menemukan (find) → Tangan atau mata berjumpa dengan apa yang dicari

  3. Memilih (select) → Tangan atau mata berusaha mengambil/ menyorotkan pandangan pada suatu benda tertentu diantara beberapa benda yang ada

  4. Mencekau (graso) → Jari-jari merapat untuk menangkap sesuatu

  5. Berjalan dengan muatan (transport loaded) → Seseorang karyawan atau sebuah tangan bergerak pindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan membawa beban

  6. Meletakkan (position) → Menaruh sesuatu pada tempat tertentu

  7. Menghimpun (assamble) → Menggabungkan sesuatu benda dengan benda lainnya sehingga merupakan satu kesatuan utuh

  8. Menggunakan (use) → Memakai sesuatu alat sesuai dengan maksud penggunaan alat tersebut

  9. Mencerai (disassamble) → Memisahkan sesuatu benda dari benda lain yang semula merupakan satu kesatuan

  10. Memeriksa (inspect) → Meneliti sesuatu apakah cocok dengan apa yang telah ditetapkan

  11. Meletakkan secara siap siaga (preposition) → Menaruh sesuatu alat pada tempat tertentu menurut posisi yang tepat, sehingga alat itu dalam keadaan siap siaga untuk seketika dipakai dalam langkah pengerjaan berikutnya

  12. Berjalan tanpa muatan (transport empty) → Seseorang atau tangan bergerak tanpa adanya beban

  13. Meletakkan muatan (release empty) → Pekerja atau tangan melepaskan/ memisahkan diri dengan beban yang semula ditanggungnya

  14. Beristirahat untuk melepaskan lelah (rest of over cometatique) → Pekerja berhenti sampai kuat untuk bekerja kembali

  15. Kelambatan yang tidak dapat dihindarkan (anavoidable delay) → Sesuatu kelambatan kerja yang terjadi di luar kekuasaan pekerja untuk mencegahnya

  16. Kelambatan yang dapat ddihindarkan (Avoidable delay) → Kelambatan yang menjai tanggung jawab pekerja sehingga dapat dicegah

  17. Merencanakan (plan) → Menggambarkan dalam pikiran, gerak apa yang akan dilakukan untuk saat berikutnya

(Batubara, 2010).

Dalam menyiapkan laptop dan LCD, ada beberapa tahapan gerakan mulai dari penyiapan sampai alat siap untuk dipakai. Gerakan-gerakan itu adalah:

  1. Kaki dan tangan bergerak menuju kabel → Berjalan tanpa muatan (transport empty)

  2. Kaki dan tangan bergerak untuk mengambil kabel → Berjalan dengan muatan (transport loaded)

  3. Tangan memegang kabel yang telah diambil untuk dipasang pada LCD → Mencekau (graso)

  4. Kabel dipasang pada LCD → Menggunakan (use)

  5. LCD dan laptop diletakkan secara berdekatan dengan posisi yang tepat → Meletakkan (position)

  6. Tangan dan mata bergerak menuju laptop untuk dihidupkan → Berjalan tanpa muatan (transport empty)

  7. Laptop dihidupkan → Menggunakan (use)

  8. Tangan lepas dari LCD dan laptop → Meletakkan muatan (release empty)

  9. Tangan bergerak menuju kabel yang menghubungkan laptop dan LCD → Berjalan tanpa muatan (transport empty)

  10. Kaki dan tangan bergerak untuk mengambil kabel tersebut → Berjalan dengan muatan (transport loaded)

  11. Tangan memegang kabel tersebut → Mencekau (graso)

  12. Laptop dan LCD dihubungkan oleh kabel sehingga dapat digunakan → Menghimpun (assamble)

  13. Tangan memencet tombol untuk menghidupkan LCD → Menggunakan (use)

  14. Tangan dilepaskan dari laptop untuk diluruskan → Melepaskan muatan

  15. Mata memperhatikan layar LCD → Memeriksa (inspect)

  16. Kaki berjalan kembali ke tempat duduk karena pekerjaan selesai dilaksanakan → Berjalan tanpa muatan (transport empty)


PENUTUP

Dalam bekerja maka tujuan utama yang ingin dicapai adalah prestasi kerja. Prestasi kerja dapat berasal dari 3 faktor yaitu faktor ekstern yang merupakan faktor-faktor yang ada di dalam pekerja meliputi lingkungan, persyaratan kerja, keadaan kehidupan umum, pengaruh berkala, peralatan kerja, dan musim, sedangkan faktor ekstern merupakan faktor-faktor yang berada di luar pekerja terbagi atas rangka tubuh manusia, sendi atau otot, sistem saraf, jantung, peredaran darah, dan panca indera, sementara faktor teknologi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas alat produksi atau mesin

Penelitian kerja merupakan analisis mengenai tata kerja, benda, alat, dan perabotan yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan. Tujuan dari penelitian kerja adalah:

  • Menemukan cara yang paling hemat untuk mengerjakan suatu pekerjaan

  • Menstandarisasikan tata kerja, benda, alat, dan perabotan

  • Menetapkan secara cermat waktu yang diperlukan seorang pekerja yang cakap dan terampil untuk mengerjakan pekerjaan dengan kegiatan yang normal

  • Membantu dalam pelatihan si pekerja mengenai tata kerja yang baru

Terdapat 17 macam gerakan dasar dalam melakukan pekerjaan yaitu mencari (search), menemukan (find), memilih (select), mencekau (graso), berjalan dengan muatan (transport loaded), meletakkan (position), menghimpun (assamble), menggunakan (use), mencerai (disassamble), memeriksa (inspect), meletakkan secara siap siaga (preposition), berjalan tanpa muatan (transport empty), meletakkan muatan (release empty) ,beristirahat untuk melepaskan lelah (rest of over cometatique), kelambatan yang tidak dapat dihindarkan (anavoidable delay), kelambatan yang dapat ddihindarkan (Avoidable delay), dan merencanakan (plan).




DAFTAR PUSTAKA

Adiputra, N. 2010. Ergonomi. Disampaikan dalam Pelatihan Upaya Kesehatan Kerja Tenaga KesehatanKabupaten/ Kota dan Puskesmas Propinsi Bali. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Denpasar. Diambil dari http://www.balihesg.org–balihesg.com [26 Februari 2010]

Batubara, R. 2010. Penelitian Kerja (Time anf Motion Study). Bahan Kuliah III Ilmu Kerja Hutan. Program Studi Teknologi Hasil Hutan Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.

Effendy, M. V. 2010. Ergonomi. Diambil dari http://komputer-dan-ergonomik.com [26 Februari 2010]

Fitrihana, N. 2008. Bekerja di depan Komputer yang Ergonomis. Diambil dari http://vault9.wordpress.com/b4d3consultants..com [26 Februari 2010]

Mashud. 2008. Komputer, Ergonomi dan Kesehatan Kerja. Artikel dan Materi TIK SMA. Jakarta. Diambil dari http://www.mgmp-tik-dki.org [26 Februari 2010]

Soebroto, S. W. 2010. Aplikasi Ergonomi dalam Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Kerja di Industri. Laboratorium Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember . Surabaya Diambil dari http://msritomo@rad.net.id [26 Februari 2010]

Sutjana, D. P. 2010. Hambatan Dalam Penerapan K3 dan Ergonomi Di Perusahaan. Fakultas Kedokteran Program Magister Ergonomi-Fisiologi Kerja Program Pascasarjana Universitas Udayana. Bali. Diambil dari http://idpsutjana@yahoo.com [26 Februari 2010]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar